Menulis Sebagai Aktifitas Menyenangankan, Bukan Keterpaksaan

Kenangan Tidak Terlupakan

http://turmuzitur.blogspot.com/
Ayomenulis. Satu hari sudah, training manual youth and human rights defenders, The Asia Foundation (TAF), dengan Asia Justice And Rights (AJAR) www. asia-ajar.org di Canggu, Vila Kampung Damai Bali telah berlalu. Melibatkan peserta dari berbagai daerah, dengan latar belakang berbeda. Mulai dari suku, agama, ras, dan kebudayaan. Termasuk komunitas, kelompok dan lembaga yang berbeda pula. Sebuah acara yang tidak saja mampu mengetengahkan pengetahuan baru dan mencerahkan bagi semua peserta.

Lebih dari itu acara training yang melibatkan peserta dari latar belakang beragam tersebut sekaligus ingin menegaskan kalau kita termasuk semua peserta adalah sama dan bersaudara. Tidak ada perbedaan, tidak ada kelompok minoritas dam mayoritas. Perbedaan karena faktor kesukuan, agama, ras dan kebudayaan harus dipandang sebagai sesuatu anugrah tuhan yang mesti tetap dipelihara dan dilestarikan.

Bukan dipandang sebagai ancaman, apalagi sampai dijadikan alat dan dalih melakukan aksi kekerasan. Sebab selain termasuk tidakan yang tidak dibenarkan secara hukum. Prilaku arogab, tidak toleran hanya akan menimbulkan permusuhan dan perpecahan yang bisa mengancam persatuan, termasuk persaudaraan antar sesama.

Pepatah bijak mengatakan, “setipa pertemuan sudah pasti ada perpisahan”. Demikian dengan acara training kemarin, meski berlansung selama empat hari, ada banyak kisah, suka duka dan kenangan tidak terlupakan. Rasa kebersamaan yang terbingkai dalam ikatan persaudaraan, akan lebih membekas, terkenang dalam ingatan dari sekedar kesenangan kebiasaan, mengikuti pelatihan sambil menikmati jalan-jalan.

Fitri misalkan aktivis jender asan Ambon, bertubuh kurus dengan retotikanya yang demikian berapi-api, ala mahasiswa Trisakti saat menurunkan rezim Suharto dan menggelegar bak suara bom Bali satu yang dilakukan teroris Amrozi. Pi’ok gadis tomoboy asal Bali berjenis kelamin perempuan, bertingkah seperti laki-laki paling heboh dan wooow sepulau Dewata. Rahma, Uci, Ayas gadis Jakarta yang sok paling kren habisan, muka pas-pasan, mata melihat mata, paling bawel mengalahkan ibu-ibu baru pulang beli terasi.

Naela, Gadis Jakarte dengan rok Cinderelanya ala aisyah, paling heboh bak tsunami Niyas Nanggro Aceh Darussalam. Reza, Ronal belagak paling cakep dengan tampang pas-pasannya, Ada juga Hamim dari Kontras, Hafiz dari Aman, Karebet dan beberapa temen lain Mbak Intan yang Jaim dan LSM banget dan terahir, turmuzi dengan HAM dan Wow ghitu,,,,he,,,,he,,,,

Dari Fasilitator, mbak Atikah, terimakasih atas pencerahan diberikan selama training tentang strategi pembelaan HAM, terutama 10 taktik, seni dan film dalam upaya mendampingi dan membangun kesadaran masyarakat korban tindak kekerasan. Terimakasih juga dengan strategi diskusi diberlakukan selama kegiatan training berlansung, selain menghibur, juga cukup partisipatif melibatkan semua peserta untuk proaktif selama training berlansung.

Mudahan semua taktik dan model diskusi yang saya dapatkan selama 4 hari dari mbak Atikah di Canggu, Vila Kampung Damai Bali bisa berdampak positif bagi saya dan teman di kelompok, lembaga dan komunitas di Daerah masing-masing. Mbak Jun, mas Petra dan Bude, terimakasih atas bantuan mendampingi dan masakannya selama training berlansung. Semoga Villanya tambah banyak pengunjung.

Bang Abuh Aziz, persentasi tentang strategi penyampaian informasi dan membangun kesadaran masyarakat melalui film dan diskusinya yang inspiratif, benar-benar telah membuka pikiran saya. Kalau menyampaikan informasi bermanfaat dalam upaya membangun kesadaran masyarakat, tidak melulu dengan cara berat dan kaku. Film dengan gaya naratif, kreatif dan menghibur ternyata bisa lebih efektif dan mudah diterima semua kalangan masyarakat mengenai pesan hendak disampaikan

1 komentar :

2 November 2013 00.30

mahcos, tulisan ini memang renyah dan mudah untuk dikunyah....

Reply

Posting Komentar

Terimakasih telah mengunjungi blog saya, komentar positif dan bersifat membangun akan menjadi masukan dan perbaikan

Ayo Menulis